Cara menyimpan story Instagram setelah 24 jam (5 cara dibandingkan)

Ilustrasi story yang memudar di ponsel sementara salinannya disimpan ke dalam kotak
Ringkasnya

Story milikmu sendiri sebenarnya sudah ada di arsip, tapi hanya bisa dilihat di Instagram. Untuk menyimpan salinan sendiri tanpa repot, aktifkan simpan ke rol kamera atau cadangkan setiap story baru ke Telegram secara otomatis. Yang paling tidak merepotkan adalah pilihan kedua.

Di artikel ini
  1. 1. Arsip Instagram: sudah aktif, tapi hanya di dalam aplikasi
  2. 2. Simpan ke rol kamera: salinan di ponselmu
  3. 3. Sorotan: simpan yang terbaik di profil
  4. 4. Unduh informasi Anda: ekspor lengkap
  5. 5. Cadangan otomatis ke Telegram
  6. Jadi, pakai yang mana?
  7. Pertanyaan singkat

Kamu mengunggah story dari sebuah konser. Seminggu kemudian kamu ingin menunjukkannya ke teman, dan tentu saja sudah hilang dari profil. Lalu kamu menghabiskan sepuluh menit mengubek-ubek menu. Pernah mengalaminya?

Ilustrasi seseorang merekam story di sebuah konser
Seru saat itu. Hilang dari profil dalam 24 jam.

Story memang dibuat untuk menghilang, tapi story-mu tidak harus begitu. Ini semua cara untuk menyimpannya, dari fitur bawaan Instagram sampai cara yang paling tidak merepotkan. Semua yang dibahas di bawah berlaku untuk story milikmu sendiri.

Catatan

Nama menu bisa berbeda tergantung versi Instagram serta iPhone atau Android. Kalau labelnya tidak persis sama, cari yang paling mirip.

1. Arsip Instagram: sudah aktif, tapi hanya di dalam aplikasi

Kabar baiknya dulu. Kecuali kamu mematikannya, Instagram diam-diam menyimpan setiap story yang kamu unggah ke arsip. Hanya kamu yang bisa melihatnya.

Ilustrasi kartu story yang disimpan di brankas terkunci di dalam ponsel
Arsipmu: brankas pribadi di dalam Instagram.
  1. Profil
  2. ☰ Menu
  3. Arsip
  4. Arsip cerita

Tidak yakin sudah aktif? Buka ☰ Menu → Pengarsipan dan pengunduhan lalu pastikan Simpan cerita ke arsip sudah aktif.

Kelebihan

  • Otomatis dan gratis
  • Menyimpan cerita saat pengarsipan aktif

Kekurangan

  • Hanya bisa dilihat di Instagram
  • Kehilangan akun berarti kehilangan arsip
  • Repot menggulir mundur berbulan-bulan

2. Simpan ke rol kamera: salinan di ponselmu

Di menu Pengarsipan dan pengunduhan yang sama ada tombol Simpan cerita ke rol kamera (di Android mungkin tertulis galeri). Aktifkan, maka setiap story yang kamu unggah juga masuk ke foto di ponsel.

Ilustrasi story yang meluncur masuk ke galeri foto ponsel yang penuh
File sungguhan di ponselmu, di antara foto kopi dan kucing.

Mau satu saja? Buka story-nya, ketuk ⋯ Lainnya, lalu pilih Simpan.

Kelebihan

  • File sungguhan milikmu
  • Ikut tercadang bersama cadangan ponsel biasa

Kekurangan

  • Bercampur dengan semua foto lainnya
  • Hanya tersimpan di ponsel yang dipakai mengunggah
  • Mudah lupa setelah ganti ponsel

3. Sorotan: simpan yang terbaik di profil

Ilustrasi story yang disematkan ke gelembung sorotan di profil
Sorotan itu etalase, bukan gudang.

Sorotan menyematkan story di bawah bio dan tetap di sana sampai kamu menghapusnya. Cocok untuk story yang ingin dilihat orang, seperti liburan atau peluncuran.

Tapi sorotan bukan cadangan. Kamu memilih setiap story secara manual, dan siapa pun yang bisa melihat profilmu bisa melihatnya.

4. Unduh informasi Anda: ekspor lengkap

Minta ekspor informasi yang masih tersedia untuk akun Anda. Tanggal dan kategori yang dipilih menentukan isinya; ini tidak memulihkan semua yang pernah diposting atau dihapus.

Ilustrasi laptop yang perlahan menerima folder penuh file
Lengkap, tapi harus menunggu lalu mengekstraknya.
  1. ☰ Menu
  2. Pusat Akun
  3. Informasi dan izin Anda
  4. Unduh informasi Anda

Butuh waktu untuk disiapkan dan datang sebagai folder berisi banyak file. Setahun sekali masih oke. Tidak ada yang melakukannya tiap minggu.

Kelebihan

  • Salinan informasi akun yang tersedia
  • Menyimpan cerita saat pengarsipan aktif

Kekurangan

  • Manual dan lama disiapkan
  • File disusun untuk komputer, bukan untuk dilihat-lihat

5. Cadangan otomatis ke Telegram

Inilah cara yang paling tidak merepotkan. Setiap story baru dari akun dikirim ke chat Telegram sebagai foto atau video asli, dan chat-nya terisi berdasarkan tanggal. Tidak ada yang perlu dibuka, tidak ada yang perlu diingat.

Ilustrasi story yang mengalir ke chat dan tersusun berdasarkan tanggal
Story baru masuk sendiri ke satu chat.

Telegram cocok untuk ini: gratis, tersinkron antara ponsel dan komputer, dan menggulir chat jauh lebih enak daripada mengubek-ubek arsip. Untuk semua cara memasukkan story ke Telegram, baca cara menyimpan story Instagram ke Telegram.

Jadi, pakai yang mana?

Kelima cara berdampingan
CaraOtomatisLetak salinanMudah dilihat lagi
ArsipYaDi dalam InstagramLumayan
Rol kameraYaPonselmuBercampur dengan foto lain
SorotanTidakProfilmu (terlihat)Hanya yang dipilih
Unduh informasi AndaTidakFile di komputerTidak
Cadangan TelegramYaChat Telegram di semua perangkatYa, per tanggal
Jawaban 30 detik

Biarkan arsip tetap aktif apa pun yang terjadi, toh gratis. Jarang mengunggah? Tambahkan rol kamera. Sering mengunggah, atau pernah kehilangan story berharga? Pakai yang otomatis.

Pertanyaan singkat

Bisakah story yang sudah hilang dikembalikan?

Cek arsipmu dulu. Kalau Simpan cerita ke arsip aktif saat kamu mengunggahnya, story itu ada di sana. Kalau tidak aktif dan kamu tidak menyimpannya di tempat lain, biasanya tidak ada cara mengembalikannya. Justru karena itu sebaiknya atur sekarang.

Apakah cara-cara ini bisa dipakai untuk story orang lain?

Tidak. Semua di tulisan ini untuk akunmu sendiri. Opsi Instagram hanya menyimpan story yang kamu unggah, dan Story Autosave hanya untuk akun publik.

Referensi dan bacaan lanjutan

Semua artikel